Selasa, 27 Agustus 2024
NYI RORO KIDUL
Nyi Roro Kidul (atau Nyai Roro Kidul, bahasa Sunda: ᮑᮤ ᮛᮛ ᮊᮤᮓᮥᮜ᮪, Latin: Nyi Rara Kidul, bahasa Jawa: ꦚꦻꦫꦫꦏꦶꦢꦸꦭ꧀, translit. Nyai Rara Kidul, bahasa Bali: ᬜᬶᬭᭀᬭᭀᬓᬶᬤᬸᬮ᭄) adalah sosok supranatural dari cerita rakyat Indonesia. Ia dipercaya menguasai Laut Selatan dalam mitos Sunda dan Jawa.
Nyi Roro Kidul
ᮑᮤ ᮛᮛ ᮊᮤᮓᮥᮜ᮪
ꦚꦻꦫꦫꦏꦶꦢꦸꦭ꧀
ᬜᬶᬭᭀᬭᭀᬓᬶᬤᬸᬮ᭄
Ratu Laut Selatan, Samudra Kidul
Ilustrasi populer Nyi Roro Kidul
Kediaman Samudra Hindia
Wilayah Indonesia
Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro Kidul mulanya merupakan putri Kerajaan Sunda yang diusir ayahnya karena ulah ibu tirinnya.
Dalam perkembangannya, masyarakat cenderung menyamakan Nyi Roro Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Kejawen, Nyi Roro Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul.[1]
Kedudukan Nyi Roro Kidul sebagai Ratu-Lelembut tanah Jawa menjadi motif populer dalam cerita rakyat dan mitologi, selain juga dihubungkan dengan kecantikan putri-putri Jawa.
Etimologi
Nyi Roro Kidul juga dikenal dengan berbagai nama yang mencerminkan berbagai kisah berbeda dari asal-usulnya, legenda, mitologi, dan kisah turun-temurun. Ia lazim dipanggil dengan nama Ratu Laut Selatan dan Gusti Kanjeng Ratu Kidul.[2] Menurut adat-istiadat Jawa, penggunaan gelar seperti Nyai, Kanjeng, dan Gusti untuk menyebutnya sangat penting demi kesopanan.
Terkadang orang juga menyebut namanya sebagai Nyai Loro Kidul. Bahasa Jawa loro merupakan sebuah homograf untuk "dua - 2" dan "sakit, menderita". Sementara bahasa Jawa rara (atau roro) memiliki arti "gadis". Seorang ortografer Belanda memperkirakan terjadinya perubahan dari bahasa Jawa kuno roro menjadi bahasa Jawa baru loro, sehingga terjadi perubahan arti dari "gadis cantik" menjadi "orang sakit".[3]
Asal usul
Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan yang berwujud perempuan cantik yang disebut Nyi Rara Kidul. Legenda yang berasal dari Kerajaan Sunda Pajajaran dari abad ke-15 berumur lebih tua daripada legenda Kerajaan Mataram Islam dari abad ke-18. Meskipun demikian, penelitian atropologi dan kultur masyarakat Jawa dan Sunda mengarahkan bahwa legenda Ratu Laut Selatan Jawa kemungkinan berasal dari kepercayaan animistik prasejarah yang jauh lebih tua lagi, dewi pra-Hindu-Buddha dari samudra selatan. Ombak Samudra Hindia yang ganas di pantai selatan Jawa, badai serta terkadang tsunami, kemungkinan telah membangkitkan rasa hormat serta takut terhadap kekuatan alam, yang kemudian dianggap sebagai alam spiritual para dewata serta lelembut yang menghuni lautan selatan yang dipimpin oleh ratu mereka, sesosok dewi, yang kemudian diidentifikasikan sebagai Ratu Kidul.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
CARA MEWING SIGMA SKIBIDI
Mengenal Mewing - Teknik untuk Memperbaiki Struktur Rahang Oleh Tim Medis Siloam Hospitals Terakhir diubah pada 29 April 2024 • 2 menit wak...
-
10 Contoh Hardware, Software, dan Brainware Pada Komputer dan Fungsinya Komputer memiliki tiga komponen penting yaitu hardware, software, ...
-
TRANSPORTASI MASA DEPAN: KERETA TANPA REL DI IBU KOTA NUSANTARA (IKN) Apa itu Kereta Tanpa Rel? Kereta tanpa rel atau autonomous rail trans...
-
SHOLAT DHUHA Shalat Dhuha hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Sebab, Rasulullah senantiasa mengerjakannya dan berpesan kepada p...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar