Rabu, 28 Agustus 2024

SEJARAH DAN AWAL MULA PON (Pekan Olahraga Nasional) (ZANKY 31/IX'D)


Pekan Olahraga Nasional



 Pekan Olahraga Nasional (disingkat PON) adalah pesta olahraga nasional di Indonesia yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia. PON diadakan setiap empat tahun sekali dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia.

Sejarah

Setelah dibentuk pada tahun 1946, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) - keduanya telah dilebur dan saat ini menjadi KONI - mempersiapkan para atlet Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun 1948. Usaha Indonesia untuk mengikuti olimpiade pada saat itu menemui banyak kesulitan. PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia pada saat itu belum diakui dan menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC), sehingga para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut. Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu itu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat diterima. Alasannya karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia. Alasan yang disebut terakhir ini menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan menjadi topik pembahasan pada konferensi darurat PORI pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo.[1]

Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil seperti yang diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September 1948 di Solo. Pada saat itu PORI ingin menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938 (yang terkenal dengan nama ISI Sportweek atau Pekan Olahraga ISI).[1]

Dilihat dari penyediaan sarana olahraga, pada saat itu Solo telah memenuhi semua persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan kolam renang. Pada saat itu Solo termasuk kota dengan fasilitas olahraga yang terbaik di Indonesia. Selain itu seluruh pengurus besar PORI berkedudukan di Solo sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal 8 sampai dengan 12 September 1948.

Selain itu PON I juga membawa misi untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, masih dapat membuktikan sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

Cabang olahraga

Upacara pembukaan PON II di Stadion Ikada, Jakarta
  • Anggar
  • Atletik
  • Aeromodeling
  • Balap Motor (RoadRace)
  • Baseball
  • Berenang
  • Bola basket
  • Bola keranjang
  • Bulu tangkis
  • Catur
  • Dayung
  • Esports
  • Futsal
  • Gerak jalan
  • Golf
  • Kabaddi
  • Kano
  • Kempo
  • Kriket
  • Panahan[2]
  • Panjat tebing
  • Pencak silat
  • Pacuan kuda
  • Polo air
  • Rugby'7
  • Sambo
  • Selancar
  • Senam
  • Sepak bola
  • Sepak takraw
  • Ski Air, Wakeboard & Wakesurf
  • Taekwondo
  • Tarung derajat
  • Tenis
  • Tenis Meja
  • Tinju
  • Voli Pantai
  • Wushu

Lokasi dan daftar juara umum

EdisiKotaProvinsiTanggalAtletTimJuara Umum
ISurakartaLambang Provinsi Jawa Tengah8–12 September 194860013Lambang Provinsi Karesidenan Surakarta
IIJakartaLambang Provinsi Jawa Barat21–28 Oktober 195110Lambang Provinsi Jawa Barat
IIIMedanLambang Provinsi Sumatera Utara20–27 September 1953
IVMakassarLambang Provinsi Sulawesi20 September–27 Oktober 1957Lambang Provinsi Jakarta
VBandungLambang Provinsi Jawa Barat23 September–1 Oktober 1961Lambang Provinsi Jawa Barat
VI1JakartaLambang Provinsi Jakarta8 Oktober–10 November 1965Dibatalkan setelah peristiwa G30S/PKI
VIISurabayaLambang Provinsi Jawa Timur26 Agustus–6 September 196915Lambang Provinsi Jakarta
VIIIJakartaLambang Provinsi Jakarta4–15 Agustus 197315
IX23 Juli–3 Agustus 197731
X19–30 September 198127
XI9–20 September 1985
XII18–28 Oktober 198930
XIII9–19 September 199334
XIV9–25 September 19964.91527
XVSurabayaLambang Provinsi Jawa Timur19–30 Juni 20005.72027Lambang Provinsi Jawa Timur
XVIPalembangLambang Provinsi Sumatera Selatan2–14 September 20045.66030Lambang Provinsi Jakarta
XVIISamarindaLambang Provinsi Kalimantan Timur6–17 Juli 20087.94632Lambang Provinsi Jawa Timur
XVIIIPekanbaruLambang Provinsi Riau9–20 September 201211.27633Lambang Provinsi Jakarta
XIXBandungLambang Provinsi Jawa Barat17–29 September 20168.40334Lambang Provinsi Jawa Barat
XX2JayapuraLambang Provinsi Papua2–15 Oktober 20217.039
XXI3Banda Aceh
Medan
Lambang Provinsi Aceh
Lambang Provinsi Sumatera Utara
5–19 September 202438 (direncanakan)
XXIIMataram
Kupang
Lambang Provinsi Nusa Tenggara Barat
Lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur
2028

1 Batal sehubungan peristiwa G 30 S/PKI
2 Rencananya dilangsungkan pada tahun 2020, diundur ke 2021 karena pandemi COVID-19.
3 Digadang-gadang PON XXI akan dilaksanakan di 2 kota (Medan dan Banda Aceh).

Jakarta menjadi provinsi dengan gelar juara umum terbanyak PON yang digelar sejak 1948 di Surakarta.

No.ProvinsiJuara UmumJumlah
1Lambang Provinsi DKI Jakarta Jakarta1957196919731977198119851989199319962004201211
2Lambang Provinsi Jawa Barat Jawa Barat195119531961201620215
3Lambang Provinsi Jawa Timur Jawa Timur200020082
4Lambang Provinsi Jawa Tengah Jawa Tengah194811





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARA MEWING SIGMA SKIBIDI

 Mengenal Mewing - Teknik untuk Memperbaiki Struktur Rahang Oleh Tim Medis Siloam Hospitals Terakhir diubah pada 29 April 2024 • 2 menit wak...